Harta Bupati Pakpak Barat 52 M Saat ditangkap OTT oleh KPK


Bupati Pakpak Bharat tiba di KPK. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti


Harta kekayaan Remigo pada 2016 mencapai Rp 54 miliar. Jumlah tersebut bertambah sekitar Rp 2 miliar dalam kurun waktu setahun. Sebab, berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 15 Juli 2019, Remigo tercatat mempunyai harta sebesar Rp 52 miliar dan USD 52.000.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu, melalui operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan diduga terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.
Berdasarkan data Laporan Harya Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN) yang diakses Liputan6.com, Minggu (18/10), harta Remigo mencapai Rp 54.477.973.711 atau Rp 54,4 miliar. Dia melaporkan harta kekayaannya pada 23 Maret 2016 sebagai Bupati Petahana Pakpak Bharat‎.
Ketua DPC Partai Demokrat itu tercatat memiliki harta tak bergerak yang nilainya mencapai Rp 52 miliar. Harta itu berupa 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di
Jakarta, Kota Medan, Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, serta di Kabupaten Pakpak Bharat.
Sementara untuk harta bergerak, Remigo mempunyai mobil merek Hyundai tahun 2013 yang nilainya Rp 350 juta. Dia juga memiliki simpanan logam mulia senilai Rp 420 juta serta benda bergerak lainnya sejumlah Rp 85 juta.
Selain itu, Remigo juga punya enam surat berharga sejumlah Rp 1 miliar‎ serta giro dan setara kas lainnya yang nilainya Rp 173 juta. Remigo tercatat tidak punya hutang maupun piutang.
Harta kekayaan Remigo tersebut bertambah sekitar Rp 2 miliar dalam kurun waktu setahun. Sebab, berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 15 Juli 2019, Remigo tercatat mempunyai harta sebesar Rp 52 miliar dan USD 52.000.
Selain Remigo, tim KPK juga menangkap lima orang lainnya yang terdiri dari unsur kepala dinas, PNS, dan pihak swasta. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Pakpak Bharat dan lima orang lainnya
"Hasil secara lengkap akan kami sampaikan melalui konferensi pers sore atau malam nanti," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Minggu (18/11).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel