Asosiasi Penyelenggara Haji Minta Jamaah Umroh Menjadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 - Koran Berita Hari Ini

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

logoblog

Asosiasi Penyelenggara Haji Minta Jamaah Umroh Menjadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19

Jumat, 04 Desember 2020

Asosiasi Penyelenggara Haji Minta Jamaah Umroh Menjadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19


Pandemi COVID-19 telah memaksa jamaah untuk menunda haji dan umrah (haji kecil) mereka selama berbulan-bulan, membuat jutaan orang dalam ketidakpastian. 

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meminta agar pemerintah memprioritaskan calon jemaah umrah, khususnya yang sudah lanjut usia, dalam program vaksinasi COVID-19 mendatang. 

Kepala Amphuri Sumbagut Mitha Tanjung mengatakan pada hari Rabu bahwa program vaksinasi akan membantu jamaah umrah yang telah menunda perjalanan mereka selama sembilan bulan, memberi mereka harapan dan ketenangan pikiran selama perjalanan mereka ke Tanah Suci. 

Mitha melanjutkan, sebagian besar operator tur umrah saat ini menunggu vaksin COVID-19 dan informasi lebih lanjut tentang bagaimana vaksin itu akan didistribusikan. Ia menambahkan, seperti dikutip antaranews.com, jutaan orang ingin melakukan umrah. 

“Jika pemerintah bisa memprioritaskan jemaah umrah, beban [operator tur umrah] akan sangat berkurang,” ujarnya. 

Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali Mekah mulai 1 November untuk Muslim yang ingin umrah. 

Kerajaan mulai melonggarkan pembatasan setelah menutup perbatasannya untuk peziarah internasional pada Maret setelah wabah pandemi COVID-19. Sebelum pembukaan kembali, 

Kementerian Agama menetapkan kriteria baru bagi warga Indonesia yang berniat umrah, memutuskan bahwa hanya jamaah berusia antara 18 dan 50 tahun yang memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji, sejalan dengan kebijakan kesehatan terbaru Arab Saudi. 

Kementerian menyampaikan pada bulan Oktober bahwa hampir 60.000 jamaah telah menerima nomor registrasi umrah mereka tetapi tidak dapat melakukan perjalanan karena penghentian sementara jamaah haji di Arab Saudi.

Akhirnya, pada 1 November, ratusan jemaah haji Indonesia mendarat di Arab Saudi, menandai gelombang pertama orang Indonesia yang tiba untuk umrah setelah berbulan-bulan pembatasan perjalanan karena pandemi COVID-19. 

Kelompok itu termasuk yang paling awal tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah setelah kerajaan Islam mulai melonggarkan pembatasan. 

Berbeda dengan haji yang memiliki tanggal tertentu berdasarkan kalender lunar Islam, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. 

Tahun lalu, 19 juta Muslim melakukan perjalanan ke kota suci Mekah dan Madinah untuk haji dan umrah. Indonesia mengirim jumlah jamaah umrah terbesar kedua tahun lalu dengan 443.879 kedatangan, menurut Kementerian Haji dan Umrah Saudi. 

Operator tur haji dan umrah di negara ini dapat mengirim sekitar 1.500 jamaah untuk perjalanan umrah setiap hari, dengan paket paling terjangkau seharga sekitar Rp 20 juta (US $ 1.400) per orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar